Senin, 12 September 2011 07:50 WIB
Pada perdagangan di Asia hari ini pasangan kurs euro dan yen tampak mengalami pergerakan melemah (12/09). Euro melempem terhadap yen dan mencapai posisi paling rendah sejak tahun 2001 di tengah kekhawatiran bahwa Kanselir Jerman Angela Merkel sedang mempersiapkan langkah untuk mendukung kebangkrutan Yunani. Hal ini mengakibatkan tekanan jual yang besar terhadap mata uang euro.
Yunani banyak diprediksi akan segera ‘ditendang’ dari Uni Eropa. Hal ini mengakibatkan kekhawatiran yang sangat besar di kalangan para pelaku pasar. Sementara itu spekulasi mengenai hal tersebut juga telah mengakibatkan kenaikan tajam yield obligasi Yunani. Yield obligasi di negara tersebut melejit hingga ke posisi rekor tertingginya.
Euro tampak sempat melemah hingga ke posisi terendah sejak bulan Juli 2001 lalu terhadap yen, yaitu pada level 104.92. Pada akhir perdagangan minggu lalu euro berada pada posisi 105.99 yen. Pada saat ini euro-yen tampak berada pada posisi 105.49 yen.
Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting memperkirakan bahwa pergerakan euro-yen akan cenderung menguat terbatas. Rebound mungkin terjadi setelah euro anjlok sangat tajam. Diperkirakan hari ini euro-yen akan mengalami pergerakan pada kisaran 104.75 – 106.00.
No comments:
Post a Comment