Senin, 12 September 2011 07:59 WIB
Pada perdagangan di Asia hari ini pasangan kurs euro dengan dolar AS tampak mengalami pergerakan melemah (12/09). Euro melempem terhadap dolar dan mencapai posisi paling rendah sejak bulan Februari 2011 lalu di tengah kekhawatiran bahwa Kanselir Jerman Angela Merkel sedang mempersiapkan langkah untuk mendukung kebangkrutan Yunani. Hal ini mengakibatkan tekanan jual yang besar terhadap mata uang euro.
Yunani banyak diprediksi akan segera ‘ditendang’ dari Uni Eropa. Hal ini mengakibatkan kekhawatiran yang sangat besar di kalangan para pelaku pasar. Sementara itu spekulasi mengenai hal tersebut juga telah mengakibatkan kenaikan tajam yield obligasi Yunani. Yield obligasi di negara tersebut melejit hingga ke posisi rekor tertingginya.
Euro tampak sempat melemah hingga ke posisi terendah sejak bulan Februari 2011 terhadap dolar AS, yaitu pada posisi 1.3576 dolar. Posisi euro tersebut adalah yang terendah sejak tanggal 22 Februari lalu. Sementara itu pada akhir perdagangan minggu lalu euro ditutup pada posisi 1.3881 dolar. Saat ini euro terpantau sedikit rebound dari level terendah dan berada di posisi 1.3584 dolar.
Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting memperkirakan bahwa pergerakan euro-dolar pada perdagangan hari ini masih akan cenderung melemah meskipun berpotensi terbatas. Diperkirakan hari ini euro-dolar akan mengalami pergerakan pada kisaran 1.3550 – 1.3620 dolar.
No comments:
Post a Comment