September 5, 2011

Euro/Dolar Makin Melempem Untuk 6 Hari Berturut-turut


Selasa, 06 September 2011 08:30 WIB

Pada perdagangan hari ini nilai tukar euro tampak mengalami penurunan untuk enam hari berturut-turut terhadap dolar AS (06/09). Euro membukukan penurunan seiring dengan lesunya outlook mengenai ekonomi di kawasan ini. Para pelaku pasar melepaskan euro jelang pengumuman data factory orders Jerman yang akan diumumkan nanti sore.

Euro tertekan ke posisi terendah dalam satu bulan terhadap dolar juga merupakan imbas dari penurunan di bursa saham Asia. Factory orders Jerman untuk bulan Juli diperkirakan akan mengalami penurunan sebesar 1.5% dibandingkan bulan Juni sebelumnya. Pada bulan Juni lalu data ini mengalami peningkatan 1.8% dari bulan Mei.

Hari ini euro terpantau berada pada posisi 1.4073 dolar, melemah dibandingkan penutupan perdagangan dini hari tadi yang berada pada posisi 1.4092 dolar. Tadi pagi euro sempat membukukan penurunan hingga mencapai posisi 1.4056 dolar yang merupakan posisi paling rendah sejak tanggal 5 Agustus lalu.

Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting memperkirakan bahwa pergerakan nilai tukar sterling terhadap dolar AS pada perdagangan hari ini akan cenderung mengalami penurunan lanjutan. Trend secara umum untuk pasangan kurs ini masih bearish. Diperkirakan sterling akan mencoba kembali mengetes level 1.4040 dolar.

No comments: