Selasa, 22 November 2011 10:00 WIB
(Vibiznews – FX) – Kemenangan partai oposisi Spanyol yang akan mengantarkan pimpinan partai Mariano Rajoy ke kursi PM tampak masih menyisakan kekhawatiran di kalangan investor (22/11). Hal ini terbukti dengan justru melesatnya imbal hasil obligasi Spanyol pada perdagangan tadi malam. Imbal hasil obligasi Spanyol melesat hingga mencapai posisi tertinggi sejak awal mula krisis Eropa.
The Wall Street Journal melaporkan bahwa para analis menganggap volatilitas yang bekelanjutan di pasar obligasi ini merupakan refleksi kekhawatiran terhadap kurangnya langkah yang meyakinkan untuk menghadap makin buruknya krisis utang di kawasan euro. Sementara itu langkah kebijakan yang akan diambil oleh PM terpilih Rajoy juga masih diragukan oleh pasar.
Spanyol bergabung dengan Italia dan Yunani menjadi Negara-negara yang melakukan pergantian kepemimpinan setelah PM sebelumnya mengalami kekalahan telak dalam pengambilan suara dan mosi tidak percaya akibat kegagalan penanganan krisis utang. Pemerintah baru di ketiga Negara tersebut diprediksi akan melakukan langkah pengetatan anggaran dan peningkatan pajak guna menyetem utang yang makin membuncah dan kembali memenangkan keyakinan para investor.
Akan tetapi imbal hasil obligasi yang makin tinggi dan harga obligasi yang makin jeblok merupakan pertanda bahwa para pelaku pasar merasa bahwa permasalahan utang Eropa kali ini sudah di luar kontrol. Imbal hasil obligasi Spanyol bertenor 10 tahun mengalami kenaikan ke level 6.6% tadi malam.
Sementara itu di pasar valas euro tampak kembali melemah terhadap dolar AS. Tadi malam euro mengalami tekanan dan ditutup pada posisi 1.3485 dolar, turun dari level penutupan akhir minggu lalu di mana euro sempat menguat ke posisi 1.3611 dolar. Untuk perdagangan hari ini euro berada pada posisi 1.3488 dolar.
No comments:
Post a Comment