Jumat, 23 September 2011 10.42 WIB
Pada perdagangan valuta asing sesi Asia hari ini (23-09) mata uang Euro secara umum bergerak rebound terhadap mata uang utama lainnya.
Indeks Euro terpantau dalam posisi bertahan dan konsolidatif ditengah menguatnya sentimen negatif pasar atas kekhawatiran terjadinya resesi ekonomi global episode kedua.
Rebound intraday pada indeks mata uang Euro terjadi dengan munculnya harapan dapat dilakukannya kebijakan kolektif negara-negara G-20 untuk meredam turbulensi pasar global.
Pasar terpantau merespon positif himbauan Presiden Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono kepada para pemimpin G-20 lainnya untuk mendukung terjadinya pertumbuhan ekonomi serta peningkatan keyakinan dan kredibilitas pada perekonomian dunia.
Himbauan tersebut yang juga ditandatangani oleh PM Australia Julia Gillard, PM Kanada Stephen Harper, Presiden Korea Selatan Lee Myung-Bak, PM Inggris David Cameron dan Presiden Mexico Felipe Calderon, dilayangkan kepada Presiden Perancis Nicolas Sarkozy dalam rangka pertemuan G-20 di Washington D.C.
Indeks Euro pada perdagangan intaday hari ini terpantau rebound menguat sekitar + 0.13%.
Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting mengemukakan bahwa pada perdagangan valas hari ini Euro dapat merespon laporan Italian Retail Sales m/m yang dijadwalkan akan dirilis oleh Istat pada jam 15.00 (WIB).
Indikator Italian Retail Sales m/m tersebut diharapkan dapat membaik menjadi 0.3% dari nilai -0.2% pada periode sebelumnya.
No comments:
Post a Comment