| Selasa, 13 September 2011 10:30 WIB |
Pada perdagangan di Asia hari ini nilai tukar euro terhadap dolar AS tampak mengalami peningkatan (13/09). Euro berusaha melanjutkan kenaikannya untuk dua hari berturut-turut setelah pada perdagangan kemarin sempat anjlok hingga mencapai posisi paling rendah sejak bulan Februari lalu. Euro terangkat dari level terendah harian yang sekaligus terendah sejak 16 Februari setelah adanya laporan bahwa China akan melakukan investasi di Italia, terutama dalam obligasi pemerintah Italia. Italia akan melakukan lelang obligasi senilai 7 miliar euro (9.6 miliar dolar) hari ini. Hasil penjualan obligasi ini akan digunakan untuk membayar utang senilai 14.5 miliar euro yang jatuh tempo pada tanggal 15 September mendatang. Euro pada hari ini cenderung berada di teritori positif. Saat ini euro terpantau berada pada posisi 1.3670 dolar, menguat sedikit dibandingkan dengan penutupan perdagangan di bursa New York dini hari tadi yang ada pada posisi 1.3657 dolar. Pada perdagangan kemarin euro anjlok ke posisi terendah sejak 16 Februari di level 1.3491 dolar. Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting menilai bahwa pergerakan euro pada perdagangan hari ini akan cenderung bersifat sideways. Pasar kemungkinan akan bersikap positif apabila lelang obligasi di Italia berlangsung dengan lancer. Diperkirakan euro akan mengalami pergerakan pada kisaran 1.3600 – 1.3720 dolar. |
September 12, 2011
Euro Berusaha Teruskan Kenaikan Didorong Harapan Pembelian Obligasi Italia oleh China
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment